Selasa, 22 Februari 2011

pendapatku kenapa pacaran dilarang

oleh Rizaldi Fbc pada 15 Februari 2011 jam 8:47

ini buat temen*ku...

1 karena mendekati zinah dan kita disuruh menghindari zinah... karena zinah adalah perbuata yang keji

2 karena sampe* dibikin perumpamaan lebih baik ditusuk dengan besi yang tajam dan panas daripada memegang tangan wanita yang bukan muhrim ( ini hanya perumpamaan.. bukan hukuman), bayangkan saja perumpamaan yang begitu berat seperti itu...

menurutku begini saat kita di hisab dan diperdebatkan setiap tindakan kitaa... bila kita diminta pertanggung jawaban dan kita kalah dalam berdebat... dan mendapat hukuman. sehingga kita menyesal... dan perumpamaan tersebut tbenar' dirasakan dari ganjaran yang diterima nanti.

imagine this. seandainya kita ditusuk sama besi yang tajam dan panas... rasa sakitnya dan apalagi bekasnya akan jadi cacat dan itulah menurutku ... lebih baik menanggung cacat seumur hidup yang disebabkan hal itu daripada menerima akibatnya di akhirat "hanya pendapat"

3. tidak ada Ahli fiqih dan ulama yang memperbolehkan berpacaran... klw seandainya ada kita harus mempertanyakan tingkat ilmunya... dan tingkat ketaqwaannya.... dan berasal dari hadist apa... dan kita harus tw hadist apa itu... jangan sampai dia memakai hadist yang udah basi... atw kata lainya... karena belum muncul peraturannya... karena Nabi jg pernah salah tapi langsung diperingatkan...dan jangan menggunaka hadist yang gak paling up to date dalam zaman hidup rassululah...

4. karena untuk membedakan muslim dan orang kafir (yahudi dan nasran )\

5. bukan adat yang baik. atw kata lain perbuatan sia"... tw gak fren... klw taaruf itu adat orang arab yang bisa menjauhkan dari zinah... jadi taaruf bukan keharusan... tapi itu sebuah cara menghindari zinah.

6. menurutku pacaran mendekati zinah, jadi klw yg pacaran itu menghalalkan hal yg mendekati zinah dan orangtua yang mengizinkan berarti tergabung dengan orang yang menghalalkan mendekati zinah... dan saudara pula... dan teman yang tidak memperingati untuk menghindari hal yang mendekati zinah

klw ada alasan seperti ini...

supaya kita dapat mengenal lebih dekat pasangan kita

1. tanpa ada hubungan pacaran kita bisa saling mengenal... klw kita serius.. ya datang dirumahnya dan bertanya kepada orang tuanya... tentang anaknya..

2 dari pernyataan tersebut bisa dikatakan klw mau serius ya tunggu udah mw married... bru deket ama calon pasangannya...

itu hak priogratif setiap orang...

1. klw kmu muslim.. ngehindarin zinah itu hukumnya wajib..

2. belajar fiqih hukumnya fardhu ain ... disitu kita bakal ngerti satu" ttg boleh apa enggaknya yang kita jalankan... bayangkan saja bakal bersalaman sehabis sholat klw untuk ritual hukumnya bid'ah...

aku islam modern itu islam kuno...

1. modern disini bukan islamnya tapi zamanya atw kata lainya budaya yang berkembang...

2. pada zaman modern harusnya lebih bisa lebih baik daripada zaman yang dulu... bukankah kita dapat banyak belajar dari pengalaman" yang lalu...

3. Alqur'an dan hadist tidak pernah berubah....

4. kita harus bisa balance antara perubahan zaman, dan tetap pada acuan agama...

klw ini susah bgt ngehilangin...

1 aq klw dalam posisi seperti itu... aku gak bakal bisa ngomong seperti ini...jadi kita niat...dan ingat jodoh kita udah dilahirkan dan disana dia lagi ngelakuin hal yang enggak diketahui... dan selalu berdoa.. agara kita bisa ngelakuin hal yang terbaik buat dia ... dan nggak ganggu hubungan kita pada suatu saat nnt krn cerita" tak sedap hasil perbuatan kita masa lampau...

2.klw dalam posisi itu ku gak bisa lah... apalgi enak'nya berbunga bunga dan nikmatnya punya pacar... dikit dikit nyium... hehehehehehehe pengalaman pribadi... tapi kasihan aja... ama jodoh yang jauh disana klw dulu suami atau istrinya perbah berbuat gituan...

3. TTM (teman tapi mengingatkan) sms gak bid'ah tapi klw nelepon bidah... itu yang masih pengin kudalami...

1 saran.... berdoa kagar kita dapat jadi pasangan yang baik... dan minta meningaktnya kualitas hidup, ilmu, pengetahuan, agar bisa buat pasangan kita bahagia nnt...

1 saran untuk para cewek... pake sarung tangan dong....

dan untuk cowok cewek klw bisa pake kaos kaki ya didalam ruangan supaya gak ada unsur ketidak sengajaan klw bersentuhan...

buat temen" ayo tingkatkan yuk... ilmunya.... klw ada hadist yang bisa nambahin ya Alhamdulilah, klw ada hadist yang mw matahin... tapi hadistnya yang banyak ya dan yang up to date...

klw mau nangapin dengan acuan logika... bukan disini tempatnya....

buat temen' yang masih jomblo tingkatkan.....

· · Bagikan · Hapus

    • Masyfuk Zuhdi Pahlevi
      Ente benar gan.., ulama mana pun pasti akan melarang yg namanya pacaran., termasuk kyai ane yg da di pondok deket rumah q. hehehe., semua aturan islam itu uda jelas. smuanya uda terdapat pada Al Qu'ran dan As sunnah (Hadits). Namun jikalau ...terdapat permasalahan2 baru yg tidak ada dlam keduanya, maka sumber hukumnya ada di Ijtihad (Ijma' dan Qiyas). Akan tetapi tidak smua orang yg bisa melakukan ini. Hanyalah orang2 yg mmpunyai ilmu2 agama yg lebih. agar bs terhindar dari pemikiran2 yg malah menjerumuskan. Ehmn.., mengenai masalah yg tersebut di atas, Allah uda mnentuklan jodoh kita masing2. Mmg bnar hanyalah dengan nikah agar terhindar dari kemaksiatan. Akan tetapi, sebelum menginjak pada hal itu, sebelumnya mesti ada ta'arufan alias perkenalan. Hal ini biasanya dilakukan dengan adanya pihak ketiga. Ta'arufan itu perlu sebab menjalankan pernikahan bkan hanya setahun dua tahun, tapi untuk seumur hidup. Oleh karena itu, haruslah saling mengenal terlebih dahulu pasangnnya. Hal ini da hadits Rasulullah yg intinya bahwa melihat calon suami/istri terlebih dahulu sebelum menikah. Maaf aku lupa haditsnya, tpi ada di kitab kumpulan hadits2 riwayat Muslim, itu klo ga salah. Ehm... untuk mengnai masalah bid'ah,Dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya Hadratusy Syeikh Hasyim Asy’ari, istilah "bid’ah" ini disandingkan dengan istilah "sunnah". Seperti dikutip Hadratusy Syeikh, menurut Syaikh Zaruq dalam kitab ‘Uddatul Murid, kata bid’ah secara syara’ adalah munculnya perkara baru dalam agama yang kemudian mirip dengan bagian ajaran agama itu, padahal bukan bagian darinya, baik formal maupun hakekatnya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW,” Barangsiapa memunculkan perkara baru dalam urusan kami (agama) yang tidak merupakan bagian dari agama itu, maka perkara tersebut tertolak”. Nabi juga bersabda,”Setiap perkara baru adalah bid’ah”.Menurut Imam Syafi’i, sebagai berikut;

      اَلْبِدْعَةُ ِبدْعَتَانِ : مَحْمُوْدَةٌ وَمَذْمُوْمَةٌ, فَمَاوَافَقَ السُّنَّةَ مَحْمُوْدَةٌ وَمَاخَالَفَهَا فَهُوَ مَذْمُوْمَةٌ“Bid’ah ada dua, bid’ah terpuji dan bid’ah tercela, bid’ah yang sesuai dengan sunnah itulah yang terpuji dan bid’ah yang bertentangan dengan sunnah itulah yang tercela”.

      Sayyidina Umar Ibnul Khattab, setelah mengadakan shalat Tarawih berjama’ah dengan dua puluh raka’at yang diimami oleh sahabat Ubai bin Ka’ab beliau berkata :

      نِعْمَتِ اْلبِدْعَةُ هذِهِ“Sebagus bid’ah itu ialah ini”.

      Bolehkah kita mengadakan Bid’ah? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita kembali kepada hadits Nabi SAW. yang menjelaskan adanya Bid’ah hasanah dan bid’ah sayyiah.

      مَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَاوَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِاَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا. القائى, ج: 5ص: 76.“Barang siapa yang mengada-adakan satu cara yang baik dalam Islam maka ia akan mendapatkan pahala orang yang turut mengerjakannya dengan tidak mengurangi dari pahala mereka sedikit pun, dan barang siapa yang mengada-adakan suatu cara yang jelek maka ia akan mendapat dosa dan dosa-dosa orang yang ikut mengerjakan dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun”.

      Hukum bid’ah menurut Ibnu Abd Salam, seperti dinukil Hadratusy Syeikh dalam kitab Risalah Ahlussunnah Waljama’ah, ada lima macam: pertama, bid’ah yang hukumnya wajib, yakni melaksanakan sesuatu yang tidak pernah dipraktekkan Rasulullah SAW, misalnya mempelajari ilmu Nahwu atau mengkaji kata-kata asing (garib) yang bisa membantu pada pemahaman syari’ah.

      Kedua, bid’ah yang hukumnya haram, seperti aliran Qadariyah, Jabariyyah dan Mujassimah. Ketiga, bid’ah yang hukumnya sunnah, seperti membangun pemondokan, madrasah (sekolah), dan semua hal baik yang tidak pernah ada pada periode awal. Keempat, bid’ah yang hukumnya makruh, seperti menghiasi masjid secara berlebihan atau menyobek-nyobek mushaf. Kelima, bid’ah yang hukumnya mubah, seperti berjabat tangan seusai shalat Shubuh maupun Ashar, menggunakan tempat makan dan minum yang berukuran lebar, menggunakan ukuran baju yang longgar, dan hal yang serupa.

      Dengan penjelasan bid’ah seperti di atas, Hadratusy Syeikh kemudian menyatakan, bahwa memakai tasbih, melafazhkan niat shalat, tahlilan untuk mayyit dengan syarat tidak ada sesuatu yang menghalanginya, ziarah kubur, dan semacamnya, itu semua bukanlah bid’ah yang sesat. Adapun praktek-praktek, seperti pungutan di pasar-pasar malam, main dadu dan lain-lainnya merupakan bid’ah yang tidak baik.
      Lihat Selengkapnya
      15 Februari jam 14:09 · · 2 orangMemuat...
    • Rizaldi Fbc tapi awas copas eh....
      15 Februari jam 15:16 ·
    • Masyfuk Zuhdi Pahlevi Apanya yg copas. ???
      15 Februari jam 15:18 ·
    • Rizaldi Fbc kata"mu....
      15 Februari jam 15:20 ·
    • Masyfuk Zuhdi Pahlevi
      Mmg ada yg copas, kn tu hdits2 nbi. Tz jg tu da d ktab2. Tu q ambli dri Risalah Ahlussunnah wal jama'ah. , qta kn hruz tw sumberny. , biar ga da slah dn pnympgan dlm mnympaikn suatu ilmu. ,
      biar pun mgkti orang2 salaf (org2 islm trdhulu) , t...p bkn brarti tdk bz mghdpi prbhan2 prmslhan yg skrg.Lihat Selengkapnya
      15 Februari jam 15:57 ·
    • Khafanofy Sayongs Zhayonage ngemeng apa ini,,
      16 Februari jam 8:24 ·
    • Chamie Cha huwooo mantap broth,,,
      asal yg nyebarin nie brita juja bisa jga komitmenya sndri. . .
      hahaha :)
      17 Februari jam 11:23 ·

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar